Oleh Adi Warsidi*
Di kamar ukuran 4 x 3 meter itu, sebuah lemari penuh buku menempel di dinding. Tak ada meja dan kursi, hanya selembar ambal berwarna biru. Itulah ruang kerja Drs. Teuku Abdullah Sakti (DTA Sakti), perawat hikayat Aceh yang telah lebur dan tercerai berai bersama waktu.
Pekan lalu, Tempo diajak menyelami ruangan yang terletak pada sudut rumahnya di Desa Tanjong, Darussalam, Banda Aceh. Mesin tik model lama












