7 Sep 2009

Hikayat Nubuet

Kru Seumangat Acehnese!
Sedikitnya pasti anda pernah mendengar Hikayat Nubuet.
Bila belum , .mungkin perlu membaca tentang hikayat ini.. Bila anda bukan orang Aceh, malah sangat baik dan berguna. disini saya tidak menulis hikayat secara format penulisan asli serta tidak secara detail.. tetapi saya menceritakan secara ringkas.. Go to Hikayat Nubuet.
Bacaan dari buku HIKAYAT NUBUET ,
Milik P dan K 1984

Sedikit Tentang Hikayat..
Hikayat Nubuet termasuk salah satu hikayat lama yang sangat
populer di kalangan masyarakat Aceh terutama bagi generasi tua
yang ada sekarang. Dr. Snouck Hurgronje telah membicarakannya
dalam kitabnya De Atjehers di penghujung abad ke sembilan belas.
Naskah Hikayat Nubuet yang telah kami alih aksarakan ke dalam
huruf Latin ini kami dapati di Pusat Dokumentasi dan Informasi
Aceh bulan Agustus 1983 dalam bentuk tulisan tangan huruf
Arab dengan ukuran 20,5 x 15,5 cm. Naskah ini terdiri dari 148
halaman dan tiap halaman rata-rata 17 baris. Selain berisi Hikayat
Nubuet, dibagian akhir terdapat beberapa cerita lain berupa wasiatwasiat
Nabi. Semuanya dalam bentuk hikayat. Nampaknya cerita-cerita
ini sebagai tambahan, dan tidak terdapat dalam naskah Hikayat
Nubuet lainnya yang pernah kami dapati. Dalam beberapa
naskah hikayat Aceh lainnya, tambahan semacam ini hanya sekedar
menghabisi lembaran kertas yang masih tersisa.
Tidak terdapat nama pengarang atau penyalin dan tahun penulisannya.
Melihat dari susunan bahasa yang kurang baik serta
ejaan huruf Arab yang banyak salah, kemungkinan besar naskah
ini di salin dari naskah lain oleh seorang penyalin yang kurang
mampu dalam bidang bahasa dan penulisan. Disana sini terdapat
kejanggalan bahasa dan sanjak. Di beberapa tempat harus kami sisipkan
kata-kata atau kalimat yang hilang.
Nubuet berarti kenabian. Hikayat ini menceritakan riwayat
Nabi Muhammad sekitar masa kelahiran sampai hijrah. Banyak halhal
yang tidak terdapat dalam tarikh nabi diceritakan dalam hikayat
ini secara berlebihan. Sebagai sebuah pusaka lama hikayat
ini ada baiknya dipelihara. Kami telah meringkaskan isinya dalam
bahasa Indonesia. Sebagai karya sastra hikayat ini patut kita hargai
dan berguna bagi pengamat ke susastraan daerah.





HIKAYAT NUBUET (ringkas) 

Ketampanan paras Abdullah bin Abdulmuthalib terkenal sampai

ke negeri Syam. Negeri ini diperintah oleh Sultan Sulaiman.

Baginda mempunyai seorang putri bernama Fatimah yang biasa disebut
Fatimah Syam. Selain cantik putri ini juga alim. Ia banyak
membaca kitab-kitab suci. Dalam kitab Taurat disebutkan bahwa
nur Muhammad telah berada pada Abdullah sehingga ia nampaknya
sangat tampan. Fatimah ingin menjadi isteri Abdullah agar
dapat melahirkan Nabi Muhammad. Dikirimnya beberapa orang
utusan ke Mekah untuk menyampaikan keinginannya itu. Abdullah
menerima tawaran Fatimah. Ia sangat gembira mendengar Abdullah
bersedia menjadi suaminya.
Dengan membawa hadiah yang banyak Fatimah beserta rombongan
berangkat menuju Mekah. Di luar kota Fatimah berkemah.
Abdullah disuruh oleh ayahnya untuk menemui rombongan dari
negeri Syam itu. Ia sudah maklum bahwa kedatangan Fatimah untuk
memenuhi janji menjadi isterinya.
Abdullah diterima di kemah Fatimah dengan penuh kehormatan.
Fatimah kagum melihat wajahnya yang memancarkan nur Muhammad.
Abdullah telah menyatakan persetujuannya namun ia
harus memberitahukan kepada ayahnya terlebih dahulu. Kemudian
ia pulang ke rumah dan tidur bersama isterinya Aminah.
Keesokan harinya ternyata wajah Abdullah telah pudar. Nur
Muhammad telah berpindah ke badan Aminah. Abdullah menyampaikan
rencana perkawinannya dengan Fatimah kepada ayahnya
Abdulmuthalib. Ayahnya tidak keberatan, lalu pergi ke kemah menemui
Fatimah.
Wajah yang sebelumnya berseri-seri sudah pudar tidak bercahaya
lagi. Fatimah jatuh pingsan melihat kenyataan itu, namun
tak lama ia sadar bahwa Tuhan telah menentukan Abdullah hanya
milik Aminah.
Fatimah dan rombongan kembali ke Syam dan kepada ayahnya
diceritakan apa yang dialaminya di Mekah. Ia berdoa agar dipanjangkan
umurnya oleh Tuhan supaya dapat menyaksikan Muhammad
dan mengucap dua kalimah syahadah.
Adapun Abdullah sedih melihat Fatimah pulang ke negerinya. '
Tetapi ketika sampai di rumah ia melihat isterinya su.dah bertambah
cantik. Malam harinya Abdulmuthalib bermimpi seolah-olah
matahari turun ke pangkuannya. Kemudian matahari itu diberikannya
kepada putranya Abdullah. Abdullah menyerahkan lagi kepada
isterinya Aminah, yang lalu menggantungkannya di dadanya
sehingga menerangi seluruh kota Mekah.
Aminah sudah hamil. Abdulmuthalib menyuruh anaknya Abdullah
supaya bersiap-siap menanti kelahiran bayinya. Suatu hari
Abdullah minta izin kepada isterinya untuk pergi beberapa waktu.
Ia hendak mencari obat dalam menghadapi saat kelahiran anaknya.
Dalam keadaan isterinya hamil tiga bulan, Abdullah wafat di
perantauan. Abdulmuthalib sangat sedih mendengar anaknya meninggal.
Sebentar-sebentar Siti Aminah jatuh pingsan memikirkan
nasib dirinya yang ditinggal suami dalam keadaan hamil. Malaikat
turun memberitahukan Aminah bahwa yang dikandungnya ialah
nabi akhir zaman. Mendengar berita itu Siti Aminah merasa terhibur.
Tanggal dua belas Rabiul Awal malam Senin Siti Aminah melahirkan.
Bersamaan dengan kelahiran Muhammad empat puluh
orang wanita lain juga melahirkan. Kesemuanya putra, dan semuanya
kelak menjadi sahabat Nabi Muhammad. Para malaikat diberi
tahu oleh Tuhan bahwa Nabi Muhammad sudah lahir dan diperintahkan
untuk menghormatinya. Semuanya turun mengunjungi Muhammad
dengan membawa beberapa mukjizat. Ibu bayi dimandikan
oleh para bidadari. Pagi hari Abdulmuthalib datang dan melihat
cucunya sudah lahir.
Melihat beberapa keistimewaan sejak dari kandungan sampai
lahir, Abdulmuthalib yakin bahwa cucunya kelak akan menjadi
seorang besar, lalu ia menamakannya Ahmad atau Muhammad. Sesuai
dengan kebiasaan orang Arab ketika itu, Muhammad tidak disusui
oleh ibunya sendiri melainkan oleh wanita lain bernama Ha^
lima tussakdiah. Ketika Muhammad masih kecil ibunya Siti Aminah
meninggal dunia. Muhammad tinggal bersama kakeknya Abdulmuthalib.
Tersebutlah seorang raja di negeri Basrah bernama Nasron. Seorang
pembantunya bernama Jamhur Hukom pada suatu hari mematahkan
leher patung yang sedang disembahnya. Jamhur dihukum
dengan kedua matanya ditusuk hingga buta. menuruti kata
mimpinya ia pergi ke Mekah. Disana ia dapat melihat kembali berkat
mukjizat Muhammad.
Tiada berapa lama kemudian Abdulmuthalib berpulang kerahmatullah.
Muhammad yang sedang menanjak remaja tinggal bersama
pamannya Abutalib. Pimpinan negeri Mekah berpindah
tangan kepada Abujahal. Pada suatu hari Muhammad bersama dengan
empat puluh orang temannya pergi ke sebuah kebun hendak
memetik buah kurma. Mereka melewati jalan di depan rumah Abujahal,
sambil bersorak-sorak. Abujahal sangat marah. Disuruhnya
orang memukul Muhammad kalau ia pulang melalui depan rumahnya.
Ia sangat benci kepada Muhammad karena dianggapnya seorang
anak yang hina dan yatim piatu. Seorang laki-laki memberitahukan
Muhammad perihal ancaman Abujahal itu. Teman-teman
Muhammad tidak senang dengan sikap Abujahal. Mereka nekad
hendak melawannya. Dengan bersenjatakan kayu dan batu mereka
pulang melewati rumah Abujahal. Para pengikutnya telah bersiapsiap.
Ketika sampai, rombongan anak kecil itu disergap, Terjadilah
perkelahian antara anak-anak lawan orang dewasa. Mereka tidak
dapat melawan anak-anak itu. Banyak diantara mereka yang
mengalami luka-luka. Abujahal sangat malu mengetahui anak buahnya
tidak sanggup melawan anak kecil.
Anak-anak sangat senang bergaul dengan Muhammad ketika
mereka menyaksikan beberapa kelebihan pada dirinya. Perkelahian
berikutnya terjadi lagi dengan pengikut Abujahal. Kali inipun
dapat dimenangkan oleh Muhammad dan kawan-kawannya.
Muhammad sudah menginjak masa dewasa. Seorang janda setengah
baya dan terkenal kaya dan dermawan sangat mendambakan
diri ingin menjadi isteri Muhammad. Ia mengetahui segala tingkah
laku Muhammad melalui seorang wanita bernama Atikah. Pada
suatu hari melalui Atikah ia menawarkan pekerjaan kepada
Muhammad yaitu ikut berdagang ke negeri Syam. Dengan persetujuan
Abutalib, Muhammad menerima tawaran Khadijah.
Dengan ditemani oleh pembantu Khadyah bernama Maisarah,
Muhammad berangkat membawa dagangan ke negeri Syam. Dagangan
Muhammad laku habis dengan mendapat untung besar.
Di Syam Muhammad sempat melihat perayaan kaum Nasrani di sebuah
lapangan. Ketika perayaan sedang berlangsung lampu-lampu
padam sendiri. Menurut seorang rahib, hal itu disebabkan kehadiran
seorang mulia dari Mekah, yang namanya sudah tersebut dalam
kitab suci Taurat dan Injil. Raja Syam mengundang Muhammad
dan rombongan ke istana. Ketika Muhammad masuk, semua patung
yang ada rusak binasa. Raja Syam mengucap dua kalimah syahadah.
Sesudah diterima oleh raja, Muhammad dan rombongan pulang
ke Mekah. Dalam perjalanan banyak keajaiban yang dilihat
oleh Maisarah dan semuanya dicatat sesuai dengan permintaan
Khadijah.
Sesampai di Mekah, Maisarah menyampaikan semua catatan
yang dibuatnya selama perjalanan. Khadijah sangat senang seraya
memberikan sejumlah hadiah kepada Muhammad. Tetapi hadiah
itu tidak diterimanya karena sebelumnya tidak ada perjanjian.
Akhirnya hadiah yang diberikan itu disimpan oleh Atikah. Sementara
itu Khadijah tetap berdoa agar dapat mempersuamikan Muhammad.
Pada suatu hari Muhammad berjalan sendirian. Ditengah jalan
bertemu dengan Abujahal. Ia ingin membalas dendam karena anak
buahnya pernah dikalahkan oleh Muhammad dan teman-temannya.
Muhammad juga dituduh hendak merebut kekuasaannya sebagai
penguasa Mekah. Tuduhan itu dibantahnya dan mengajak Abujahal
untuk bertanding siapa yang lebih unggul.
Seminggu kemudian Muhammad dengan para pengikutnya pergi
ke lapangan untuk menghadapi Abujahal dan pengikutnya. Hadir
pula kedua pamannya Hamzah dan Abas. Khadijah membantu
Muhammad dengan menyerahkan sejumlah besar hartanya.
Berduyun-duyun rakyat datang untuk menyaksikan pertarungan
antara Muhammad dan Abujahal. Ketika sudah berhadapan,
Abujahal memegang rantai besi dan memecut Muhammad dengan
sekuat tenaganya. Muhammad tidak kena bahkan rantai besi itu
melilit di tubuhnya sendiri. Abujahal merasa malu lalu mengulurkan
tangannya hendak mengadu kekuatan dengan Muhammad.
Malaikat Jibril yang sudah siap membantu, memegang tangan Abujahal
dan memutarnya sehingga ia mengaku kalah. Ia tidak mengetahui
bahwa yang memegang tangannya Malaikat Jibril. Kemudian
giliran Muhammad memegang tangan Abujahal. Dengan bantuan
Jibril, Abujahal terlempar ke atas. Muhammad memohon kepada
Tuhan supaya Abujahal tidak cedera. Sebentar kemudian Abujahal
yang tidak berdaya melawan Muhammad.
Khadijah sangat merindukan Muhammad. Ayahnya Khuwalid
tidak menyetujui jika anaknya kawin dengan Muhammad karena
tidak sepadan dalam kekayaan dan usia. Lagi pula Muhammad
yatim piatu. Khadijah menyampaikan isi hatinya kepada Atikah.
Ketika seorang utusan datang membawa pesan Khadijah, Muhammad
menyambut baik dengan syarat ayahnya setuju. Dengan menggunakan
beberapa siasat akhirnya Khadijah dapat meyakinkan
ayahnya.
Muhammad menikah dengan Khadijah, sementara penduduk
Mekah mempergunjingnya karena kawin dengan wanita yang lebih
tua. Mengetahui hal itu Khadijah amat sedih. Atas perintah Jibril,
Muhammad berdoa kepada Tuhan. Sesudah Muhammad melakukan
sembahyang dua rakaat, Khadijah nampak lebih muda dari sebelumnya.
Dengan demikian hilanglah segala pergunjingan orang.
Tiada berapa lama kemudian Khadijah melahirkan seorang putra
dan diberi nama Kasim tetapi putra pertama ini meninggal semasa
kecil. Demikian pula dengan kedua putranya yang lain.
Tak lama kemudian Muhammad diangkat sebagai rasul dengan
mendapat wahyu pertama dari Allah. Pengikut-pengikutnya mengucap
dua kalimah syahadah. Putrinya Rukayah dinikahkan dengan
Usman tetapi tak lama, Rukayah meninggal. Kemudian Usman dinikahkan
dengan adiknya Umi Kalsum.
Nabi Muhammad menceritakan peristiwa Israk Mikraj kepada
penduduk Mekah. Seorang bernama Abdurrahman tidak begitu
yakin dengan cerita Nabi itu. Dia pulang ke rumah dan sesudah
menyuruh isterinya memasak daging burung yang baru dibelinya,
ia pergi mandi di sebuah kolam. Ketika menyelam ia merasa sudah
sampai di sebuah negeri yang rakyatnya hidup dalam keadaan
makmur. Di negeri itu Abdurrahman kawin dengan seorang wanita
sehingga ia mendapat seorang anak laki-laki. Pada suatu hari ia merasa
panas lalu mandi lagi di sebuah kolam. Ia menyelam dalam air
kolam yang sejuk itu. Ketika ia bangkit dari menyelam ternyata
ia siuidli berada kembali di negeri Mekah. Ia masih melihat kainnya
yang ditaruhnya di pinggir kolam ketika ia hendak mandi. Ia juga
masih merasa lapar, lalu segera pulang ke rumahnya. Ternyata daging
burung yang dimasak oleh isterinya belum matang. Pahamlah
Abdurrahman bahwa Tuhan sangat kuasa dan ia tidak syakwasang-ka lagi tentang kebenaran peristiwa Israk Mikraj. Ia pergi ke mesjid
menemui Nabi Muhammad dan mengucap dua kalimah syahadah.
Semua yang baru dialaminya diceritakan kepada orang banyak.
Dengan berimannya Abdurrahman, para penyembah berhala kehilangan
seorang ahli pahat. Abujahalpun sangat kesal mendengar
berita itu. Pengikut-pengikutnya diperintahkan supaya datang kepada
Nabi Muhammad dan menu.'.a supaya ia mempertunjukkan
mukjizatnya jika benar ia seorang rasul. Atas permintaan mereka
bulan turun dari langit. Melihat mukjizat Nabi itu bertambah lagi
penduduk Mekah yang mengucap dua kalimah syahädah.
Tersebutlah Raja Basrah yang mempunyai seorang anak perempuan
yang cacat. Kedua tangan dan kakinya tidak ada sejak lahir.
Raja Basrah merasa malu mempunyai anak cacat. Ketika mendengar
bahwa di Mekah sudah lahir Nabi akhir zaman ia pergi ke
sana dengan maksud ingin mohon doanya supaya anaknya dikaruniai
tangan dan kaki. Di hadapan Rasulullah, Raja Basrah mengucap
dua kalimah syahadah. Kemudian ia pulang ke Basrah. Di
pintu istananya ia disambut oleh putrinya yang sudah berkaki dan
bertangan. Raja Basrah mengucap syukur atas kebesaran Tuhan.
Adapun Abujahal tetap memusuhi Nabi Muhammad dengan
tuduhan hendak merebut kekuasaannya di Mekah. Dalam keadaan
demikian Halimatussakdiah berpulang ke Rahmatullah. Nabi Muhammad
sangat sedih ditinggal Halimah sesudah sejak kecil menjadi
yatim piatu. Rasulullah baru lega hatinya sesudah mendapat
kabar dari malaikat Jibril bahwa kedua ibu yang disayanginya itu
akan mendapat tempat yang layak dalam syurga. Sesudah beberapa
lama menghadapi kaum musyrik di Mekah, Nabi Muhammad
hyrah ke Medinah.
Cerita dalam Hikayat Nubuet berakhir dengan hijrah Nabi.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Khatijah,bukon Atikah

Posting Komentar

Delete this element to display blogger navbar